Perjuangan Istri Pangeran

16 Dec 2015

Dream - Ameerah Al Taweel, bekas istri Pangeran Al Waleed bin Talal –keponakan Raja Saudi– terasa prihatin dengan nasib wanita di Arab Saudi yang dilarang berkendara. Hingga, dia mensupport perjuangan beberapa wanita Saudi untuk memperoleh hak berkendara.

Diambil Dream dari laman Daily Mail, Jumat 28 November 2014, Ameerah bertekat memakai pengaruhnya untuk menghimpit Kerajaan Saudi supaya mencabut larangan yang telah lama diaplikasikan itu. Dia tidak bakal berhenti menyuarakan hasrat itu saat sebelum wanita Saudi diizinkan berkendara.
Wanita berumur 31 th. itu mengakui dapat bebas berkendara diluar Saudi. Dia umum duduk di belakang kemudi Mini Cooper untuk berkendara berkeliling Eropa serta Amerika. Pengalaman hidup inilah yang membajakan tekatnya untuk membela golongan wanita Saudi itu.

” ” Kita masih tetap tak dapat berkendara di kota-kota, namun saya sudah berkendara di gurun berulang-kali, ” ” kata dia.

Larangan berkendara untuk wanita Saudi memanglah sudah lama diaplikasikan. Mulai sejak berdirinya negara pengekspor minyak paling besar dunia itu, atau mulai sejak th. 1932. Ketentuan itu tidak pernah dicabut sampai saat ini. Serta untuk beberapa wanita yang tertangkap berkendara, Kontraktor Kubah Masjid bakal dihukum cambuk 150 kali.

” ” Saya meyakini dengan sedikit desakan, pemerintah selekasnya mencabut larangan. Ini langkah yang sangatlah penting, serta bisa berlangsung dalam semalam, ” ” papar Ameerah, yang bercerai dengan Al Waleed th. lantas.
Ameerah menyampaikan, perjuangan untuk mencabut larangan berkendara untuk wanita itu dapat dikerjakan dengan gampang. Semudah menyerukan pengisian 20 persen anggota parlemen Saudi dengan wanita, yang pernah dia kerjakan pada awal mulanya.

” ” Saya yakin bahwa generasi muda di Arab Saudi bakal mempercepat pergantian di negeri ini, ” ” papar bekas istri pangeran paling kaya didunia itu. (Ism)

 


TAGS ekonomi


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post